Sunday, September 10, 2006

Dzikir-Dzikir Abjad
Dalam suasana dingin kutorehkan abjad per abjad untuk merangkai sebuah kata, mencoba mencipta bait dalam sebuah kalimat. Mencurahkan segala gamang, keresahan keluh kesah, suka cita serta harapan harapan. Terinspirasi oleh sang penyair, pujangga, alim ulama, kaum terpelajar dan setiap jiwa yang mengukuhkan keberadaanya dengan torehan torehan abjad.
Inspirasi diri untuk tetap berkarya melayani jiwa jiwa yang haus akan ilmu pengetahuan serta hikmah dalam setiap detak jantungnya. Mengalirkan kekuatan ilahiah untuk tetap berdzikir dalam aliran darahnya. Dzikir-dzikir abjad yang terlantunkan dalan bait, kata, kalimat akan selalu meyejukan hati. Mencoba menggali setiap kejadian, mencari intisari untuk dijadikan hikmah kebaikan. Itulah dzikir dzikirku dijagat tanpa batas ini.
Ingatlah ketika kelak tercabutnya nafas dari kerongkongan, jiwa kita diangkat menuju gerbang keabadian. Raga membujur kaku terasa dingin dan tak bermakna lagi. Ketika itu bakteri-bakteri berdzikir mengurai raga mengembalikan kepada asalnya. Hanya tiga hal yang akan selalu ada menemani kita. Jundi jundi kecil yang kita cetak akan menjadi penjamin kita, pundit-pundi emas, perak yang ditumpashkan dijalan ilahi membuka jalan, ilmu yang didzikirkan dalam abjad membentu sebuah bait cinta illahi serta memperkenalkan dan menyanjung illahi yang kan menerangi.
walau raga telah lebur mengurai menjadi kompos, jiwa melayang entah di mana, namun dzikir-dzikir itu akan terus terlantun sampai gunung gunung berterbangan, matahari terbit di barat serta semua dibangkitkan kembali. Kinipun kita dapat terus merasakan dzikir-dzikir ulama yang telah terlebih jiwa mereka terlepas. Tetaplah memantapkan eksistensi kita dialam antah barantah ini dengan dzikir dzikir abjad. Wallahualam………..

Friday, July 07, 2006

Buka

Hati

Bantu

Sesama